Skip to main content

Pelestarian Keanekaragaman Hayati di Indonesia

  Ada dua cara pelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia, yaitu pelestarian In situ dan Ek situ

   1   Pelestarian In situ, yaitu suatu upaya pelestarian sumber daya alam hayati di habitat atau tempat aslinya. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan karakteristik tumbuhan atau hewan tertentu sangat membahayakan kelestariannya apabila dipindahkan ke tempat lainnya. Contohnya sebagai berikut.

Sumber:freepik.com

a.    Suaka margasatwa untuk komodo di Taman Nasional Komodo, Pulau Komodo.

b.    Suaka margasatwa untuk badak bercula satu di Taman Nasional Ujung Kulon, Jawa Barat.

c.    Pelestarian bunga Rafflesia di Taman Nasional Bengkulu.

d.    Pelestarian terumbu karang di Bunaken.

   2   Pelestarian ek situ, yaitu suatu upaya pelestarian yang dilakukan dengan memindahkan ke tempat lain yang lebih cocok bagi perkembangan kehidupannya. Contohnya sebagai berikut.

a.    Kebun Raya dan Kebun Koleksi untuk menyeleksi berbagai tumbuhan langka dalam rangka melestarikan plasma nuftah.

b.    Penangkaran jalak bali di kebun binatang Wonokromo

Klasifikasi Makhluk Hidup

Klasifikasi adalah cara para ilmuwan untuk mengelompokkan makhluk hidup. Dasar untuk mengelompokkan makhluk hidup adalah dengan melihat dari persamaan dan perbedaan ciri-ciri dan sifat makhluk hidup, yang meliputi ciri morfologis, anatomis, biokimia, dan reproduksinya. Pengelompokan makhluk hidup yang sudah menggunakan aturan tertentu disebut sistematika

Tujuan dan manfaat klasifikasi

Klasifikasi dapat berfungsi sebagai alat untuk mempelajari keanekaragaman hayati. Tujuan dari klasifikasi adalah sebagai berikut.

a.    menyederhanakan objek studi agar mudah dipelajari

b.    mendeskripsikan ciri-ciri makhluk hidup untuk membedakan tiap-tiap jenis

c.    mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan ciricirinya

d.    mengetahui hubungan kekerabatan dan sejarah evolusinya

Tahapan klasifikasi

Pengamatan sifat makhluk hidup

Pengamatan merupakan proses awal klasifikasi, yang dilakukan dalam proses ini adalah melakukan identifikasi makhluk hidup satu dengan makhluk hidup yang lainnya.

Pengelompokkan makhluk hidup berdasarkan pada ciri yang diamati

Hasil pengamatan kemudian diteruskan ke tingkat pengelompokkan makhluk hidup. Dasar pengelompokkannya adalah ciri dan sifat atau persamaan dan perbedaan makhluk hidup yang diamati.

Pemberian nama makhluk hidup

Pemberian nama makhluk hidup merupakan hal yang penting dalam klasifikasi. Ada berbagai sistem penamaan makhluk hidup, antara lain pemberian nama dengan sistem tata nama ganda (binomial nomenclature) . Dengan adanya nama makhluk hidup maka ciri dan sifat makhluk hidup akan lebih mudah dipahami.

Sistem klasifikasi

Berdasarkan kriteria yang digunakan, sistem klasifikasi makhluk hidup dibedakan menjadi tiga, yaitu sistem buatan, sistem alami, dan sistem filogenik.

Sistem buatan

Sistem klasifikasi buatan mengutamakan tujuan praktis dalam ikhtisar dunia makhluk hidup

Dasar klasifikasi adalah ciri morfologi, alat reproduksi, habitat dan penampakan makhluk hidup (bentuk dan ukurannya). Misalnya, pada klasifikasi tumbuhan ada pohon, semak, perdu, dan gulma. Berdasarkan tempat hidup, dapat dikelompokkan hewan yang hidup di air dan hewan yang hidup di darat.

Sistem alami

Klasifikasi makhluk hidup yang menggunakan sistem alami menghendaki terbentuknya takson yang alami. Klasifikasi ini didasarkan pada sistem alami, artinya suatu pengelompokan yang didasarkan pada ciri morfologi/ bentuk tubuh alami, sehingga terbentuk takson-takson yang alami, misalnya hewan berkaki empat, hewan bersirip, hewan tidak berkaki, dan sebagainya.  Pada tumbuhan misalnya tumbuhan berdaun menyirip, tumbuhan berdaun seperti pita, dan sebagainya.

Sistem filogenik

Sistem klasifikasi ini didasarkan pada jauh dekatnya hubungan kekerabatan antara takson yang satu dan yang lainnya sekaligus mencerminkan perkembangan makhluk hidup (filogenik), diperkenalkan oleh Charles Darwin (1859). Makin dekat hubungan kekerabatan maka makin banyak persamaan morfologi dan anatomi antar takson. Semakin sedikit persamaan maka makin besar perbedaannya, berarti makin jauh hubungan kekerabatannya.

 

 

Comments

Popular posts from this blog

20 Easy Home Decor Ideas That Will Instantly Transform Your Space

  If your home is due for a design update but you have a limited budget and even less time, you're in the right place. We thought of 20 home décor ideas to help you start. With something as simple as an accent wall, colorful light bulb, or new throw pillow (or forty seven other home décor ideas if those aren't up your redecorating alley), your entire space can feel fresh, on-trend but timeless, and refined. You can tackle each of these decorating ideas in one day, even though the results will look like it took way longer to pull off.   Set Up a Cozy Reading Spot Heidi Caillier Design No designated reading nook? No problem. If your home doesn't have any leftover real estate to convert into a reading nook, design your formal living room to serve double duty as a cozy lounge area. Here, Heidi Caillier strategically chose furniture with fabrics and shapes that are both so...

SINOPSIS WELCOME TO WEDDING HELL EP 1 - DI LAMAR DI KAPAL PESIAR BIKIN BAPER

  Drama mengisahkan kehidupan percintaan pasangan Seo Joon Hyung (Lee Jin Wook) dan Kim Na Eun (Lee Yeon Hee). Diceritakan Seo Joon Hyuk merupakan pria berusia 30 tahun yang bekerja di sebuah perusahaan besar dan memiliki kemampuan finansial yang stabil. Dalam drama ini digambarkan Joon Hyuk bahagia dengan kehidupannya yang berjalan mulus. Ditambah, ia telah memiliki seorang kekasih bernama Kim Na Eun. Sebagai kekasih, Joon Hyuk adalah laki-laki yang mau mendengarkan apa pun yang dikatakan pacarnya sekaligus calon istrinya. Hal yang menarik dari karakter Joo Hyuk dalam jalan cerita adalah ia memiliki selera humor yang bagus dan penuh empati. Sementara, sang kekasih, Kim Na Eun digambarkan sebagai karakter perempuan penyayang dan pintar. Kim Na Eun sendiri juga telah bekerja di salah satu perusahaan besar di Korea Selatan. Dalam cerita drama ini, Kim Na Eun adalah anak perempuan yang menuruti apa yang diinginkan oleh orang tuanya. Meski begitu, ia tidak pernah dimanja oleh orang...

Understanding and Managing Individual Behavior - how to focus and goals of organizational behavio

  Focus of Organizational Behavior Based predominantly on contributions from psychologists, this area includes such topics as attitudes, personality, perception, learning, and motivation. Second, OB is concerned with group behavior, which includes norms, roles, team building, leadership, and conict. Our knowledge about groups comes basically from the work of sociologists and social psychologists. Finally, OB also looks at organizational aspects including structure, culture, and human resource policies and practices. We’ve addressed group and organizational aspects in previous chapters. In this chapter, we’ll look at individual behavior. Goals of Organizational Behavior The goals of OB are to explain, predict, and influence behavior. Managers need to be able to explain why employees engage in some behaviors rather than others, predict how employees will respond to various actions and decisions, and influence how employees behave. The cognitive component refers to the beliefs, o...